welcome to silvy's page all .. enjoy it ! (febrina silvy armatika dewi 2EA01 npm 12211785)

Rabu, 09 Mei 2012

STUDI KASUS DAMPAK NEGATIF INTERNET

Belakangan ini, Facebook nggak beda dengan Multiply beberapa tahun lalu. Rame. Kayak pasar. Promo dari para pedagang berselang-seling dengan personal updates teman-teman. Beberapa pedagang malah jualan dengan nge-tag orang semena-mena.
Salah satu bisnis di Facebook yang menarik perhatian saya adalah promo barang elektronik berharga murah, khususnya Macbook, Sony VAIO dan BlackBerry. Gadget-gadget ngetop pelengkap status 94uL & bikin penggunanya ngehits seketika. Barang-barang ini dijual di banyak online shop Facebook dengan harga super murah. Can you imagine a 4 mio IDR Apple Macbook? So damn cheap, if we compare it to the official price & guaranteed products of course.
Saya penasaran, kok bisa menekan harga sampai segitu murah? Dapet garansi nggak? Apa barangnya palsu? Terlebih lagi.. ini penipuan bukan? Beberapa pertanyaan ini terjawab dari toko-toko yang jelas-jelas menerangkan bahwa barang-barangnya didapat dari black market (BM) alias masuk secara ilegal. Maka pertanyaan bertambah: kok bisa dan kok berani terang-terangan melanggar hukum?
Pertanyaan yang saya lempar di Twitter pada suatu malam ternyata menarik perhatian banyak teman dan segera menjadi diskusi panjang. @hertju cerita suatu saat dia pernah ingin memesan ke online shop. Barang baru bisa dikirim setelah transfer dilakukan, wajar sih ya? Tapi saat Hertju bilang ingin lihat langsung tokonya, mereka menolak. Padahal sama-sama berdomisili di Pangkal Pinang. Kebanyakan online shop yang jual barang-barang elektronik begini berdomisili di Batam. Rupanya, kata “Batam” ini sendiri jadi jaminan mutu bagi para konsumen yang ingin dapat harga murah dari BM.

Sumber = http://nonadita.com/2011/04/19/waspadai-penipuan-oleh-online-shop-di-facebook/
TANGGAPAN SAYA :
Ya memang benar sekali saya sependapat bahwa sekarang banyak sekali penipuan terjadi melalui internet , ada yg menolak untuk mengambil barang secara langsung/COD dengan alasan 'kami hanya melayani lewat online' yg padahal apa susahnya bertemu sebentar karna ini kan bukan untuk hal sia-sia melainkan agar konsumen percaya penuh . Maraknya penipuan harus membuat konsumen lebih kritis dalam hal ingin berbelanja secara online .. Misalnya sebelumnya dilihat dahulu latar belakang online shop tersebut apakah sudah banyak costumernya sehingga kita bisa merasa aman berbelanja kepada mereka , kemudian lihat sudah dari kapan online shop tersebut berdiri , kemudian aktif kah ??
Banyak yg dapat kita lakukan untuk mensiasati penipuan online shop yg sedang marak , ketelitian menjadi yg nomor 1 yg harus dilakukan agar terhindar dari penipuan tersebut . 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar